Meningkatkan Kesadaran Santri Tentang Bahaya Bullying Melalui Seminar Edukasi di Pondok Pesantren Daerah As-Syukri
DOI:
https://doi.org/10.71417/jpc.v2i2.179Keywords:
Bullying, Pondok Pesantren, Santri, Seminar EdukasiAbstract
Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih sering terjadi di berbagai lingkungan pendidikan, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Meskipun pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan pembentukan karakter, interaksi sosial yang berlangsung secara intensif antarsantri dengan latar belakang budaya, pola asuh, serta karakter yang berbeda dapat menjadi faktor munculnya perilaku perundungan. Bullying di lingkungan pesantren dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti tindakan verbal berupa ejekan dan penghinaan, tindakan fisik berupa kekerasan, maupun tindakan psikologis yang berdampak pada kondisi emosional korban. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai bahaya bullying serta membangun kepedulian dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi awal, penyampaian materi edukasi menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, serta simulasi penyelesaian kasus bullying. Sasaran kegiatan adalah santri tingkat menengah di Pondok Pesantren daerah As-Syukri dengan jumlah peserta sekitar 60 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengamatan partisipasi peserta, keaktifan dalam diskusi, serta perbandingan pemahaman santri sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri mengenai pengertian, bentuk, faktor penyebab, dampak, serta upaya pencegahan bullying. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan kemampuan santri dalam memberikan respons terhadap contoh kasus yang diberikan. Kegiatan seminar edukasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif santri untuk mencegah perilaku perundungan serta memperkuat nilai saling menghargai, kepedulian, dan toleransi. Dengan demikian, edukasi bullying secara berkelanjutan diperlukan untuk menciptakan lingkungan pondok pesantren yang aman, ramah, dan bebas dari tindakan perundungan.
Downloads
References
Adam, M., Mahmud, B., Ridwan, & Bulkis. (2025). Bullying sebagai ancaman karakter: Membangun moral santri dengan nilai-nilai keislaman di Pondok Pesantren Ar-Risalah Batetangnga Polewali Mandar. BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2). https://doi.org/10.29040/budimas.v7i2.16626
Anastasya, Y. A., Pratiwi, C. I., Syahputra, M. F., Sbr, R. P. B., Thayyibati, F. A., Alfachroni, R., Raihan, A., Zahra, D. A., Sbr, E. R. B., Aslamiyah, S., Maharani, W. P., & Putri, D. F. (2024). Penerapan nilai Islam dalam pencegahan perilaku bullying pada siswa dan siswi di SMP Negeri 2 Dewantara. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi Ipteks, 2(6). https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i6.1517
Emilda, E. (2022). Bullying di pesantren: Jenis, bentuk, faktor, dan upaya pencegahannya. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 198–207. https://doi.org/10.32923/kjmp.v5i2.2751
Gaffney, H., Farrington, D. P., & Ttofi, M. M. (2019). Examining the effectiveness of school-bullying intervention programs globally: A meta-analysis. International Journal of Bullying Prevention, 1(1), 14–31. https://doi.org/10.1007/s42380-019-0007-4
Halim, C., & Djuwita, R. (2018). Action research: Pemberdayaan bystander untuk mencegah perundungan di sekolah melalui program pelatihan keterampilan empati. Jurnal Perkotaan, 10(1). https://doi.org/10.25170/perkotaan.v10i1.302
Harahap, A. C. P. (2019). Character building: Pendidikan karakter. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 9(1). https://doi.org/10.30829/al-irsyad.v9i1.6732
Irayadi, M., Awangga, R. A., Yuwafi, R., Kartika, T., & Wijayanthi, F. R. (2023). Fungsi institusi pendidikan dalam upaya sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan pelecehan seksual pada anak. Kangmas: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 4(2), 68–72. https://doi.org/10.37010/kangmas.v4i2.1267
Lusina, S. E. L., Islami, S., Septiani, L., & Happy, T. A. (2026). Edukasi pencegahan bullying di Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Al-Quds Kota Bandar Lampung. JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai, 11(1), 35–39. https://doi.org/10.23960/jpmrj.v11i1.3935
Muntolib, Sidik, S., Zuhdi, M., & Arief, A. (2024). Model pesantren tanpa perundungan dalam pembentukan santri milenial. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(3), 1863–1874. https://doi.org/10.56832/edu.v4i3.579
Putri, G. M., & Ilhamuddin, M. F. (2026). Gambaran kesejahteraan psikologis pada santri korban bullying di Pondok Pesantren X Kota Surabaya. Journal of Education and Teaching Learning (JETL), 8(2), 296–310. https://doi.org/10.51178/jetl.v8i2.3446
Retnowuni, A., & Yani, A. L. (2022). Eksplorasi pelaku bullying di pesantren. Borobudur Nursing Review, 2(2), 118–126. https://doi.org/10.31603/bnur.7356
Sulisrudatin, N. (2015). Kasus bullying dalam kalangan pelajar (Suatu tinjauan kriminologi). Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 5(2), 57–70. https://doi.org/10.35968/jh.v5i2.109
Tis'ina, N. A., & Nurhadi, A. (2025). Faktor psikologis di balik perilaku bullying santri di pesantren: Dari korban menjadi pelaku. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 12(2), 425–443. https://doi.org/10.35891/jip.v12i2.6117
Zulva, D. A. A., Yahya, I., & Rofiq, A. (2024). Pesantren based on child-friendly: Countering the bullying cases in pesantren. Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 5(1). https://doi.org/10.35878/santri.v5i1.1271
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurita Salzabila Mujianti, Hilman Zakial Amir, Dwi Faizal Qhazali Zain, Rusdiana Navlia (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












